/Perguruan Tinggi Pelita Indonesia Pekanbaru, Taja Seminar Penguatan PT Melalui Sistem Penjaminan Mutu
WhatsApp Image 2019-09-27 at 16.23.58

Perguruan Tinggi Pelita Indonesia Pekanbaru, Taja Seminar Penguatan PT Melalui Sistem Penjaminan Mutu

stikom.pelitaindonesia.ac.id-Perguruan Tinggi Pelita Indonesia hari Jumat tanggal 27 September 2019 menyelenggarakan seminar nasional tentang “Penguatan Perguruan Tinggi Melalui Sistem Penjamin Mutu”. Seminar ini dihadiri oleh Direktur Pengembangan Kelembagaan Pendidikan Tinggi, Bapak Ridwan, Ketua Umum APTISI, Bapak M. Budi Djatmiko, dan Pimpinan Yayasan Perguruan Tinggi dari beberapa wilayah yaitu Jawa barat, Riau, dan Bengkulu. Untuk wilayah Riau sendiri, Perguruan Tinggi yang hadir di antaranya adalah Universitas Pahlawan, Universitas Islam Kuantan Sengingi, STIE Pelita Indonesia, STIKOM Pelita Indonesia, Universitas Muhammadiyah Riau, Universitas Lancang Kuning, STIKES Al-Insyirah, Universitas Pasir Pengaraian dan STIE Bangkinang.

Seminar yang langsung dibuka oleh Ketua APTISI Provinsi Riau, sekaligus sebagai moderator di seminar ini, Bapak Dr. Zainal Abidin, berlangsung di Aula Kampus Pelita Indonesia Pekanbaru. Pada kesempatan pertama, Ketua APTISI Provinsi Riau menyampaikan laporan singkat kepada Direktur Pengembangan WhatsApp Image 2019-09-27 at 16.23.59 (1)Kelembagaan Pendidikan Tinggi tentang kondisi dan perkembangan Perguruan Tinggi di Riau. Sebagai yang mewakili tuan rumah, Ketua STIKOM Pelita Indonesia, Bapak Dr. Teddy Chandra, SE, MM berkesempatan menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua peserta seminar atas apresiasi yang diberikan kepada Perguruan Tinggi Pelita Indonesia untuk menyelenggarakan kegiatan ini.

Selanjutnya  materi seminar diberikan kepada Bapak Budi Djatmiko yang menyampaikan tentang perlunya Perguruan Tinggi di Indonesia memahami  dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi di era revolusi 4.0 melalui penguatan Perguruan Tinggi yang solid dan berkualitas. Salah satu caranya adalah penyatuan/merger Perguruan Tinggi sehingga lebih kokoh dalam menerima berbagai perubahan. Apabila Peguruan Tinggi tidak mampu beradaptasi dengan kemajuan yang diWhatsApp Image 2019-09-27 at 16.24.00terapkan pada revolusi 4.0, maka tanpa disadari, Perguruan Tinggi hanya akan melahirkan pengangguran. Ketua Umum APTISI menghimbau agar para pimpinan Perguruan Tinggi mengikuti perkembangan dan menginternalisasikan kemajuan teknologi ke dalam kurikulum agar melahirkan atmosfir akademik yang canggih dan bermutu.

Hal senada juga disampaikan oleh Bapak Ridwan. Ditengah seminarnya, Bapak Ridwan menghimbau bahwa penguatan Perguruan Tinggi sebaiknya juga diarahkan pada pembentukan kelas vokasi seperti Politeknik. Artinya bahwa lulusan Perguruan Tinggi diharapkan memiliki kompetensi sesuai dengan studi yang dijalani. Realisasinya biasanya berupa sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah yang tentunya sejalan dengan outcomes dari Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Diakhir pemaparannya, Bapak Ridwan kembali menghimbau kepada Perguruan Tinggi di Riau hendaknya memperkuat kedudukannya dengan melakukan penyatuan atau perubahan bentuk Perguruan Tinggi. Dengan demikian diharapkan semua Perguruan Tinggi yang ada di Riau Khususnya dan Indonesia umumnya, menjelma menjadi Perguruan Tinggi yang kuat, sehat dan memiliki sistem penjamin mutu yang mampu membawa Perguruan Tinggi ke persaingan Internasional (*Tim STIKOM)